Home Headline Selamat Jalan Eyang, Ini 5 Fakta Menarik BJ Habibie yang Perlu Kamu...

Selamat Jalan Eyang, Ini 5 Fakta Menarik BJ Habibie yang Perlu Kamu Tahu

“Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu”

Itulah salah satu quote indah dari Presiden Republik Indonesia ketiga, BJ Habibie. Ya, pria hebat yang pernah dipunyai negeri ini telah berpulang pada Rabu (11/9) malam, di usianya yang ke-83 tahun.

Pria bernama lengkap Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng ini dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Sosoknya banyak menginspirasi kawula muda, terutama prestasi dan perhatiannya terhadap dunia teknologi dan penerbangan hingga go internasional serta mengangkat nama Indonesia harum di mata dunia.

Tak hanya itu, cinta sejatinya terhadap sang istri, Hasri Ainun Habibie, juga sempat menjadi inspirasi para milenial agar senantiasa setia pada pasangannya. Film soal Habibie dan Ainun pun sempat dibuat dan menjadi box office di bioskop Tanah Air.

Habibie meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit komplikasi jantung, tekanan darah, infeksi bakteri, dan otak selama beberapa hari di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Selamat jalan eyang Habibie… Terimakasih untuk semua yang telah pernah kau beri bagi negeri ini… Karya dan baktimu akan selalu dikenang oleh Indonesia…

Dan, inilah beberapa fakta menarik soal Habibie yang perlu kamu tahu guys!

1. Jadi Presiden RI 17 Bulan

Habibie menjabat sebagai Presiden RI pasca pengunduran diri Presiden RI kedua, Soeharto, yang didesak mundur oleh rakyat Indonesia pada 1998. Masa orde baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi. Bahkan, kala itu ia menamai kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan. Selama 17 bulan, Habibie berkesempatan menjadi orang nomor satu di Indonesia. Usai menjabat, Habibie digantikan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal dengan sebutan Gus Dur.

2. Punya Gelar Panjang

Menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, Habibie punya nama dan gelar yang cukup panjang. Jika dituliskan nama lengkap beserta gelarnya, akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie menempuh pendidikan strata satunya di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, usai menyelesaikan pendidikan SMA di Gouverments Middlebare School. Dengan mendapat beasiswa dari pemerintahan, yang kala itu dipimpin Presiden RI Pertama, Soekarno, Habibie muda melanjutkan pendidikannya ke Jerman.

3. Lulus dari Jerman dengan Predikat Cumlaude

Dengan beasiswa yang didapatkan dari pemerintah Indonesia, Habibie muda menyelesaikan pendidikannya dari Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule, dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat. Habibie kemudian mendapat gelar Diploma Ing, dengan predikat cumlaud alias sempurna. Ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama. Ia lantas menerima gelar Dr Ingenieur dan lulus dengan predikat summa cumlaude alias sangat sempurna.

4. Sosoknya Diakui Negara Lain

Habibie muda ketika bersekolah di Jerman mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random. Rumus ini kemudian disebut dengan Faktor Habibie. Tak menjadi sembarang rumus, karya Habibie ini diakui lembaga internasional, seperti Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I’Air de I’Espace (Prancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Habibie juga memperoleh penghargaan sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.

5. Sejak Kecil Sudah Ditinggal Sang Ayah

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ketika usianya 14 tahun, tepatnya pada September 1950, ia kehilangan sang ayah, Alwi Abdul Jalil Habibie, yang meninggal akibat serangan jantung. Habibie lantas hidup bersama saudaranya di bawah asuhan sang ibu, RA Tuti Marini. Ketika berusia 26 tahun, ia meminang Ainun, yang kemudian dikenal sebagai Ainun Habibie, sebagai istrinya dan menikah pada 12 Mei 1962. (Ry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Psst, Ini 4 Tip Biar Kamu Tetap Cantik Saat Traveling

Traveling bukan berarti kamu terlihat berantakan. Tetap menjaga penampilan juga tidak ada salahnya meski kamu sedang traveling di alam bebas. Nah, berikut adalah tip...

Intip 3 Cara Sukses Seorang Miliarder yang Bisa Kamu Ikuti

Siapa yang tidak ingin hidup dan karirnya sukses, tentu semua orang menginginkannya bukan? Untuk itulah, bekerja dengan produktif adalah jawabannya. Namun, bekerja produktif bukanlah...

Eva Celia, Semakin Dewasa Makin Berbakat di Dunia Seni

Putri Sophia Müller dan Indra Lesmana, Eva Celia semakin beranjak dewasa. Di usianya yang ke-27 tahun, Eva makin menunjukkan bakatnya di dunia seni yang...

Congratz! Claudia Emmanuela Santoso Juara The Voice of Germany 2019

Pelajar asal Cirebon, Jawa Barat, Claudia Emmanuela Santoso sukses menjadi juara di ajang pencarian bakat The Voice of Germany 2019. Claudia berhasil menyisihkan empat...

‘Midway’ Tempati Posisi Puncak Box Office Pekan Ini

Film soal perang dunia ke-II, 'Midway' sukses menempati puncak box office pekan ini. Film garapan sutradara Roland Emmerich ini pun menggulingkan keperkasaan 'Terminator: Dark...