“Semua perempuan itu cantik.” Kalimat motivasi seperti itu sering kita dengar ketika membahas tentang kecantikan. Berbicara tentang kecantikan tidak bisa lepas dari yang namanya standar kecantikan. Banyak yang masih terpaku dengan standar perempuan cantik adalah yang bertubuh tinggi, kurus, berkulit putih, berambut panjang lurus, dan sebagainya.

Standar seperti inilah yang membuat banyak perempuan merasa tidak cantik, tidak percaya diri, mengalami bullying bahkan menarik diri dari lingkungan karena tidak sesuai dengan standar kecantikan. Perasaan seperti itu juga menyerang perempuan muslimah yang menggunakan hijab, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun di acara tertentu.

Kondisi ini semakin diperparah ketika perempuan dianggap tidak perlu mengasah bakat atau mengukir prestasi karena pekerjaan utamanya adalah bertugas dirumah. Stigma yang seperti itu adalah salah, karena membatasi perempuan sebagai manusia dalam menjalani hidupnya dan memberikan manfaat.

Berangkat dari masalah inilah Pega Kouzer mendirikan Talent Hijab Indonesia sebagai wadah apresiasi hijaber di Indonesia serta untuk mengembangkan bakat mereka di bidang modeling dan public speaking. Pega Kouzer sendiri merupakan seorang model, magician, presenter, public speaker, dan entertainer asal Jakarta, Ia juga sekaligus CEO dari Talent Hijab Indonesia dan juga Lazer Management.

Pengalamannya di dunia entertainment sudah dilakoninya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun sempat tidak mendapat dukungan dari keluarga, ia tetap yakin dalam menekuni hobinya sampai akhirnya ia ditarik untuk mengisi program acara di salah satu stasiun tv swasta.

Pengalamannya menjadi seorang model selama beberapa tahun ia tuangkan ke dalam bentuk lembaga modeling khusus perempuan muslimah bernama Talent Hijab Indonesia (THI). Lembaga yang didirikannya ini merupakan sekolah modeling dan public speaking khusus untuk perempuan muslimah Indonesia. Melalui THI, ia harap dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta serta mematahkan stigma bahwa perempuan berhijab kalah cantik dengan yang tidak berhijab serta tidak bisa meraih kesuksesan.

Melalui Talent Hijab Indonesia 2020, Pega Kouzer dan timnya melakukan roadshow di enam kota di Pulau Jawa untuk mencari perempuan muslimah yang bertalenta di bidang modeling dan public speaking. Nantinya finalis yang terpilih akan disupport untuk terus mengembangkan bakatnya dibidang modeling dan public speaking serta mengisi talkshow di media mainstream di Indonesia . Apabila nantinya mereka ingin melebarkan sayap dan terjun di dunia entertaiment, maka THI juga bisa menyalurkan mereka ke agensi yang membutuhkan.

Pega Kouzer berharap melalui ajang ini bisa merubah mindset peserta tentang sebuah kompetisi adalah hal yang mengerikan. Tidak hanya mampu berjalan diatas catwalk, attitude yang baik adalah poin penilaian yang tak kalah pentling. Pega menegaskan bahwa ketika mengikuti ajang Talent Hijab Indonesia, peserta harus menekan ego masing- masing untuk meningkatkan kualitas individu. (IM)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here