Usia 20-an merupakan masa yang bagi sebagian orang adalah masa ditengah-tengah dilemma. Di umur saat ini banyak keputusan penting datang, perubahan yang terjadi di kehidupan. Hal ini memberikan kejutan yang selama ini kita sangka tidak akan pernah datang.

Kedewasaan memang membawa banyak perubahan. Apa saja sih yang biasanya terjadi dan merubah hidup seseorang pada usia 20-an?

Periode ini ketika generasi muda menjadi krisis emosional yang melibatkan perasaan kesedihan, ketidakcukupan, kecemasan, tak termotivasi, kebingungan, serta ketakutan akan kegagalan.

Ini bisa menjadi perubahan untuk memaksimalkan diri disaat usia 20-an, seperti antara lainya:

Stop berteman dengan orang toxic

Biasanya orangnya itu bisa jadi teman, rekan kerja, atau bahkan pasangan sendiri. Untuk mendekatkan lingkungan dengan berharap bahwa kamu bisa sukses dalam hidup. Selalu mengikuti harapan-harapan yang kalian inginkan

Serta menghindari orang annoying nggak usah pake urat, apalagi marah-marah. Perlahan-lahan kalian bisa menjauhinya

Kurangi mengunakan sosial media

Di sisi lain, sosial media juga menjadi bumerang di setiap para penggunanya. Memakai secara berlebih dapat memberikan dampak buruk, yakni menjadi kurang perhatian pada lingkungan sekitar.

Bermain sosial media juga dapat mengurangi stres, dan lebih tepatnya sosial media dengan tipe-tipe yang menghilangkan rasa lelah dan dan cara yang berbeda-beda

Tidak terlalu hedon alias boros

Berhenti untuk membeli barang-barang yang terlalu mahal dan branded serta makanan yang terlalu fancy

Sebaiknya pergunakan uangmu dengan sebaik-baiknya dengan hal yang lebih penting, untuk tabunganmu serta kelancaranmu di masa depan

Terus mengejar mimpi

Jika kamu takut rencana masa depan kalian tidak terlaksana dalam hidup, apa lagi melihat teman-teman di sekeliling kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan

Jangan berhenti untuk mengejar dengan keadaan yang ada sekarang, tetap semangat untuk meraihnya ya Yes People!

Egois untuk jadi terbaik

Ini udah sering banget kita liat di mana-mana. Sebenernya, semua orang itu egois. Tapi, tergantung takaran di setiap perbuatannya. Kalo selalu egois dan mementingkan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain

Hal ini bisa membebani pikiran kamu, dan semacanm tekanan batin. Bayaknya diantara kalian
memilih jurusan hanya mengikuti gengsi teman-teman sebayanya, hal ini juga gak bisa jadi
pemilihan yang tepat loh Yes People!

Mungkin kalian berpikir untuk memaksimalkan diri akan memudahkan menemukan jati diri. Sebenarnya kalian harus berpikir berbeda, dengan muncul dari diri sendiri yang ditawarkan, sedangkan harapan merupakan ungkapan dari dasar pribadi.(NN)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here