LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Provinsi Jawa Timur memberikan lisensi ASTAKI JATIM (Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia) pada hari Kamis (23/1). ASTAKI ditunjuk sebagai lembaga yang mengemban mandat untuk melakukan program sertifikasi profesi bagi para pekerja konstruksi. Peresmian ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menunjang program SMA Double Track yang nantinya akan menghasilkan lulusan berkompeten di beberapa bidang, salah satunya adalah bidang konstruksi.

Nantinya sertifikat yang dikeluarkan ASTAKI JATIM adalah sertifikat resmi dan dapat digunakan para lulusan untuk melamar pekerjaan sesuai bidang yang dikuasai. Para pemilik sertifikat tersebut otomatis memiliki nilai lebih dibidang kemampuan karena sudah diuji dan bersertifikat. Sasaran program sertifikasi profesi maupun sertifikasi kompetensi ini tidak hanya diarahkan kepada lulusan SMA Double Track, namun juga menyasar ke para pekerja konstruksi senior yang memang belum bersertifikat.

Ir. H. Muhammad Amin selaku Wakil Ketua I Bidang Regulasi, Registrasi, Lisensi dan Pengembangan LPJK menyampaikan bahwasannya kurang dari 10% dari 7 juta tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat, sehingga LPJK menyambut baik para asosiasi untuk mensertifikasi tenaga kerja bersama dengan LPJK. Selain itu menurut Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Irjen Pol Sugeng Priyatno mengatakan kecelakaan kerja paling banyak terjadi di bidang konstruksi. Kasus kecelakaan kerja sektor konstruksi di DKI Jakarta sendiri meningkat sebanyak 10% sepanjang tahun 2016-2017, dari yang tadinya 507 kasus menjadi 555 kasus.

Manfaat yang bisa diperoleh atas kepemilikan sertifikat ini selain untuk mendapatkan upah yang lebih layak adalah pemilik juga dipastikan memiliki kualitas di bidangnya sehingga mempermudah mereka dalam menggarap proyek-proyek baru di masa mendatang.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here