Suka cita menyambut bulan Ramadan tak hanya dirasakan di negeri kita, tapi juga di beberapa negara mayoritas muslim. Kalau di Indonesia saat puasa tiba biasanya kita berburu takjil, di beberapa negara lainnya juga ada tradisi unik lainnya lho selama bulan suci. Penasaran? Yuk, simak ulasan berikut guys biar tahu apa saja tradisi unik selama Ramadan yang ada di berbagai negara.

1. Jepang

Tradisi umat muslim di Jepang menjelang Ramadan adalah berbagi kebahagiaan dengan saudara sesama muslim. Biasanya mereka akan berkumpul di Islamic Centre Jepang untuk membentuk panitia Ramadan. Setelah terbentuk panitia, mereka akan menyusun berbagai acara diadakan selama Ramadan, mulai dari dialog keagamaan, membagikan jadwal shalat, shalat Tarawih berjamaah, hingga membagikan buku-buku Islam yang terkait dengan ibadah puasa.

2. Palestina

Salah satu tradisi Ramadan yang tak pernah terlewatkan di Palestina adalah iftar atar, yaitu buka puasa massal. Setidaknya, ada sekitar tiga ribu orang berkumpul untuk bersama-sama menikmati hidangan berbuka dengan falafel, yaitu sejenis camilan manis. Selama bulan suci, penduduk Palestina juga memasang lampu di masing-masing rumah dan di sepanjang kota. Membuat suasana kota terlihat indah dan spesial.

3. Turki

Negara yang berada di dunia benua ini punya tradisi yang sama dengan Indonesia, yaitu membangunkan warganya untuk sahur. Para penabuh genderang akan berkeliling kota dan desa pada tengah malam unyuk memberi tanda waktu sahur telah tiba. Sedangkan saat berbuka, biasanya roti pide, salah satu makanan khas Turki menjadi menu favorit untuk berbuka. Selain itu, pada malam hari, menara dan kubah Masjib Biru di Istanbul akan bercahaya memancarkan kecantikannya.

4. India

Penduduk muslim di India menyebut Ramadan dengan sebutan Ramazan. Biasanya menjelang Ramadan, mereka wajib membersihkan rumah agar saat bulan puasa mereka dapat beribadah dengan khidmat. Lalu, para pria menghias mata mereka dengan celak atau yang disebut kohl. Untuk sahur, umumnya mereka mengonsumsi minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang disebut harir. Sedangkan untuk berbuka puasa, selain kurma, buah segar atau jus, ghangui (sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras dan potongan daging), dan bihun juga menjadi menu favorit masyarakat muslim India. Namun di kota Hyderabad, atau wilayah Tamil Nadu dan Kerala, tradisi umat muslim di sana adaah menyantap haleem, yaitu semacam bubur kaya rempah.

5. Arab Saudi

Negara ini memiliki sebuah sebuah meriam Ramadan di Makkah Al-Mukarramah yang digunakan sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadan. Meriam ini juga berfungsi sebagai penanda masuknya waktu berbuka puasa, tanda waktu sahur, tibanya waktu Imsak, dan masuknya tanggal 1 Syawal. Tak heran, jika meriam ini selalu menggelegar setiap hari sepanjang Ramadan. Menariknya, selama bulan puasa, meriam ini diletakkan di sebuah gunung yang posisinya dekat sekali dengan Masjidil Haram, hingga akhirnya gunung tersebut dberi nama Gunung Meriam. Setelah Ramadan berakhir, meriam dikembalikan lagi ke tempat semula, yaitu di daerah Aziziyah, hingga menjelang Ramadan berikutnya. Tradisi lainnya adalah setiap waktu buka puasa, lebih dari 12 ribu meter taplak meja dibentangkan di areal masjid. Petugas menyediakan makanan berbuka di Masjidil Haram, kerajaan Saudi dan para dermawan mengeluarkan dana setiap hari sekitar setengah juta riyal Arab Saudi atau sekitar Rp 1,2 miliar. Wow!

6. Mesir

Menjelang Ramadan, tradisi yang dilakukan warga Mesir adalah memasang lampu fanus. Karena itu, hampir seluruh warga Mesir sibuk berbelanja lampu, bahkan rela mengumpulkan dana untuk membeli lampu fabus sebagai penghias jalanan. Sejarah lampu Fanus ini dimulai ketika masyarakat Mesir keluar pada suatu malam dengan membawa lampu-lampu untuk menyambut kedatangan pasukan Raja Muidz Lidznillah pada jaman Dinasti Fatimiyyah. Diceritakan, peristiwa itu terjadi malam di bulan suci Ramadan. Dan, sampai sekarang sejarah menyalakan dan menghias lampu menjadi tradisi yang masih berlangsung.

Menurut salah satu sumber, Fanus ini mengandung filosofi. Selain sebagai ungkapan kegembiraan menyambut Ramadan, Fanus juga sebagai perlambang bahwa lampu pada hakikatnya adalah sumber cahaya. Begitu juga dengan Ramadan, kehadirannya diibaratkan sebagai lampu penerang dalam kehidupan kita. Setelah sekian waktu bergelut dengan kesibukan yang kadang mengaburkan pandangan kita. Kemudian datanglah ‘lampu Ramadan’ yang bakal mengawal langkah kita menuju jalan yang lebih terang, dalam bahasa Alquran disebut dengan nama ‘Taqwa’.

7. Inggris

Ramadan di Inggris kental dengan tradisi berbagi dengan sesama, terutama membantu kaum miskin. Umat muslim di Inggris akan bersama-sama memberi santunan berupa penyediaan makanan gratis untuk para tuna wisma dan menyelenggarakan kegiatan sosial. Selain itu, mereka juga menggelar lomba membaca Alquran. Perlombaan ini bisa diikuti oleh orang dewasa maupun anak-anak. Di bulan puasa inilah, lantunan ayat suci Alquran semakin sering terdengar di negara Eropa ini.

Penulis: @ary.nug


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here