Gempa yang sering terjadi belakangan ini di beberapa wilayah Indonesia membuat kita harus senantiasa waspada. Kita harus maklum gengs dengan beberapa bencana yang terjadi di Indonesia, mulai gempa, tsunami, dan letusan gunung.

Bukan kita berharap ini harus terjadi di negeri kita tercinta. Ini karena Indonesia merupakan wilayah Ring of Fire atau lingkaran api pasifik.

Ring of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudera Pasifik.

Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Nah, Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua. Yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.

Kondisi geografis ini di satu sisi menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusan gunung api, gempa, dan tsunami – tapi, di sisi lain menjadikan Indonesia sebagai wilayah subur dan kaya secara hayati.

Debu akibat letusan gunung berapi menyuburkan tanah sehingga masyarakat tetap banyak yang tinggal di area sekitar gunung berapi.

Jalur Cincin Api juga memberikan potensi energi tenaga panas bumi yang dapat digunakan sebagai sumber tenaga alternatif.

So, buat sobat yesonline.id, nggak ada salahnya kita lebih sigap lagi ketika terjadi bencana dengan panduan untuk menyiapkan tas siaga bencana.

Apa itu tas siaga bencana? Yakni, tas ransel yang mudah dibawa – yang berisi dokumen penting seperti foto copy KK, tanda pengenal, polis asuransi, buku tabungan, dan surat/sertifikat berharga.

Nah, agar kamu lebih siap menghadapi bencana dengan tas siaga bencana, maka setelah menyiapkan beberapa dokumen tadi, tahapan selanjutnya yaitu masukkan semuanya ke dalam plastik kedap air.

Setelah itu, siapkan juga perbekalan yang isinya air minum kemasan, makanan siap saji, pakaian ganti, senter, dan kotak P3K.

Ada lagi hal lainnya yang perlu kamu siapkan, yaitu uang tunai, kertas dan pensil, foto anggota keluarga, peluit, jas hujan, pisau lipat, tali nilon, peta, ponsel dengan charger dan power bank.

Kegunaan tas siaga bencana ini untuk menampung kebutuhan /peralatan penunjang hidup untuk 72 jam (tiga hari pertama) bencana sambil menunggu bantuan dari tim penolong.

Nah, nggak ada salahnya kan kita mempersiapkan semuanya untuk kemungkinan terburuk, meski sebenarnya kita nggak pernah mengharapkan adanya musibah.

Penulis: Ry


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here