Bucin atau budak cinta, merupakan suatu pengorbanan yang dilakukan seseorang untuk membahagiakan pasanganya, yang secara gak langsung “selalu menuruti apapun kemauan dari pasanganya”. Para bucin biasanya, adalah mereka-mereka yang merasa dirinya dilahirkan bukan untuk mencari jati diri, melainkan hanya untuk membahagiakan pasangannya. Dan lebih tepatnya para bucin-bucin ini banyak kita jumpai di kalangan anak-anak sekolahan sampai anak-anak remaja yang sedang menjalin hubungan, seperti berpacaran, atau bahkan yang sedang PDKT. Bahkan sampai gak wajarnya bucin ini dapat membuat seseorang tergila-gila sampai dengan membuat seseorang tersebut rela bertindak apapun untuk membahagiakan kekasih hatinya.

Berikut merupakan beberapa cara untuk melawan kebucinan di awal tahun 2019. Karna menciptakan jati diri lebih penting, agar kita dapat menjadi pribadi yang tumbuh dewasa dengan baik, dari pada harus menjadi relawan demi kekasih hati yang belum tentu jelas untuk kedepanya. Tahun 2019 masih saja bucin, haha uda nggak jaman broo, ini ada  4 cara ampuh lawan bucin, alias anti bucin-bucin club :

  • Tarik napas, dan sadarkan diri kamu atas kenyataan yang sebenarnya terjadi.

Wahai budak cinta yang terhormat, cobalah untuk sesekali sadar diri. Caranya gampang kok, dengerin lagu aja yang sesuai sama isi hati kamu siapa tahu dengan mendengarkan lagu-lagu yang sesuai kamu bisa intropeksi mengenai hubungan kamu dengan pacar atau gebetan. Kalau ternyata kamu jadi lebih banyak berkorban, ngeluarin ongkos alias isi dompet tanpa batas yang nggak karuan buat si doi, atau mulai agak berjarak dari kehidupan yang lo sukai, nah kamu bisa mulai introspeksi. Kalau memang kamu sudah merasa jadi budak cinta selama ini, kamu patut ngobrol hal ini sama pasangan kamu sampai clear.

  • Coba Tolak secara perlahan kalau si doi minta ini itu.

”Sayang jangan lupa nanti jemput aku on time!!!”

“Sayang kamu harus pakai baju ini biar kita couple an!!”

“beb beliin gue gincu dongg”

Hellooow emang gua ini pacar atau robot yang apapun harus selalu nurut sama kemauan si doi. Secara yang namanya uang  dan waktu itu memang sangat berharga, Bukannya bermaksud untuk pelit sama pasangan, tapi memang cari ongkos buat pacaran juga susaaah bingit. Memang dikira duit tinggal metik, apalagi buat yang masih minta ongkos sama orang tua. Memang seluruh waktu dan uang jajan kamu cuma buat si dia. Coba untuk kamu pertimbangkan lagi deh. Kalau memang apa yang diminta sama si doi nggak terlalu penting-penting banget, kamu bisa nolak secara pelan-pelan. Atau mencoba untuk mencari alasan kecil, biar si doi bisa

mengerti secara baik-baik. Atau kalau dia minta anter sana-sini sedangkan kamu lagi ada kepentingan yang lebih penting , kamu bisa bantuin pesen ojek online. At least, kamu bantu si doi sebisa mungkin tanpa harus menuruti semua kemauan doi.

  • Belajar mengerti dan mandiri, satu sama lain.

Menjadi bucin tidak sangatlah mudah, harus bersiap untuk meluangkan waktu, bahkan juga sebagai ATM berjalan. Secara nggak sadar, pacar kamu ada di zona nyaman karena ketika dia lagi kesusahan, pasti doi lagi kesusahan, dia pasti ngandelin kamu sebagai orang yang bisa membantu. Boleh membantu tetapi tetap masih dalam kategori sewajarnya. Secara gak langsung saling intropeksi diri sendiri dan belajar untuk mandiri satu sama lain, agar tidak terus-menerus bergantung pada pasanganya. Misal nih, mencoba untuk saling terbuka mengenai kesibukan masing-masing kepada pasanganya, agar tidak terjadi keributan satu sama lain cuman karena adanya hal yang sepeleh “gabisa nurutin kemauan si doi”. 

  • Capek sama ulahnya dan keadaan? Duduk bareng dan bicarain enaknya bagaimana.

Kalau memang berbagai macam cara kurang mempan bagi pasangan kamu, dan malah makin menjadi-jadi atau bahkan menangis. Atau malah dia nyalahin kamu dengan alasan “kamu sudaah engga sayang lagi sama aku, ya?”. Yang pasti kamu harus tau apa yang kamu rasakan selama ini , dan kamu harus mencari waktu luang untuk mengobrol sama pasangan kamu secara pelan-pelan, terus katakan sejujurnya tentang apa yang kamu rasain selama ini. kalau memang responya positif dan dia bisa mengerti ya bersyukurrr. Walaupun memang kenyataanya pahit, atau negatif toh ini juga demi kebaikan kamu dan kedepanya. Daripada harus terus-terusan jadi bucin, hehehe yang ada malah makin buang-buang waktu, atau bahkan bokek, dan bisa jadi apa yang kamu cita-citakan bisa gagal kamu gapai cuman karna sibuk pacaran dan ngurusin semua kemauan pasangan kamu atau sibuk memanjakan kemauan si doi. Penulis : @andaraaptr


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here