Yes People, tentu tahu dong vape atau rokok elektrik yang booming banget beberapa tahun belakangan ini. Saking boomingnya vape ini sampe viral di media social. Hanya saja dibalik euforia nya, ada banyak hal negatif yang kini mulai bermunculan.

Salah satunya adalah munculnya cidera paru-paru akibat dari menghisap vape. cedera paru akibat rokok elektrik yang sebelumnya dikenal dengan vapi ini, belakangan kini disebut EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use Associated Lung Injury).

Penyakit tersebut pertama kali diketahui oleh CDC pada Agustus 2019 usai merebaknya kasus penyakit paru misterius yang dikaitkan penggunaan rokok elektrik dan produk vaping.
EVALI sendiri merupakan nama yang diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk penyakit paru-paru berbahaya yang diidentifikasi terkait dengan vaping.

Menurut para ahli yang terdiri dari dokter dan peneliti bahwa munculnya vitamin E asetat dan Tetrahidrocanabinol (THC) yang terkandung dalam vaping diduga kuat sebagai penyebab terbesar munculnya EVALI. Namun dugaan para peneliti ini juga masih belum bisa menyimpulkan dengan pasti jenis zat tunggal yang terkait dengan munculnya penyakit misterius yang menyebabkan berhentinya fungsi paru-paru tersebut.

Belum ada tes tunggal yang bisa mengidentifikasikan seseorang menderita EVALI. Pasalnya hingga saat ini kondisi penderita EVALI memiliki kemiripan dengan kasus flu dan pneumonia lain, yakni Sesak napas, batuk, sakit dibagian dada, demam yang disertai dengan menggigil, diare, mual, dan muntah, detak jantung cepat (Takikardia) dan pernapasan cepat serta dangkal (Takipnea), adanya bintik-bintik yang tampak kabur di paru-paru. Namun diagnosis EVALI bisa dipenuhi ketika pasien melaporkan penggunaan vape selama 90 hari sebelum gejala pertama kali dirasakan. (DID-berbagai sumber)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here