Kata siapa hijab membatasi wanita untuk mengasah bakat? Pada komunitas ini, ingin mendobrak stigma tersebut bahwa para hijaber juga bisa mengasah bakat yang dipunya.

THI atau Talent Hijab Indonesia dibentuk pada tahun 2018 agar menjadi sebuah wadah apresiasi untuk para hijaber di Indonesia dalam upaya mencari, menggali, mengasah, serta mengeksplore telenta yang dimiliki atau yang belum pernah dimiliki.

Talent Hijab Indonesia sendiri bermula dari seorang lak-laki bernama Pega Kouzer yang merupakan seorang magician dari ajang pencarian bakat. Setelah dari situ, Pega kemudian didapuk menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat dan mendapati sebuah pernyataan “pasti yang seksi nih yang menang”. Dari situlah muncul keinginan untuk membentuk THI ini untuk mematahkan stigma bahwa hijab bukan menjadi penghalang untuk para muslimah memaksimalkan bakatnya.

Pada tahun 2020 ini THI mengadakan Roadshow audisi se-Pulau Jawa untuk menemukan ikon dari Talent Hijab Indonesia. Pada tahun sebelumnya audisi hanya dilaksanakan di se-Jabodetabek saja dan sekarang dilaksanakan pada 6 kota yang tersebar di pulau Jawa, yaitu Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Saat ini audisi baru dilaksanakan di 2 kota yaitu kota pertama di Malang pada tanggal 5 Januari di Cyber Mall Malang dan kota kedua di Surabaya tepatnya di The Centre Mall Surabaya pada tanggal 12 Januari 2020.

Sebagai CEO dan Founder THI, Pega menyatakan bahwa ajang ini dibuat bukan untuk sebagai perlombaan tetapi sebagai pembelajaran untuk para muslimah dalam mengasah bakatnya, terutama modelling, dan public speaking.

Didukung oleh Kemayu Academy, audisi ini bisa diikuti oleh para hijaber dari usia 15-28 tahun dengan biaya registrasi Rp.150.000 saja. Penialaian pada audisi kali ini dengan melihat catwalk dan perkenalan dari peserta. Jumlah peserta yang mengikuti audisi di kota Surabaya ada 25 peserta. Semua peserta menunjukkan kebolehannya dalam

Bertemakan from Java to Indonesia, audisi Talent Hijab Indonesia gak muluk-muluk soal bakat aja loh yang dilihat. Atittude atau sopan santun dan tampil menjadi diri sendiri juga merupakan nilai plus yang dilihat oleh Pega.

“Yang paling penting adalah inner beauty-nya. Walaupun punya bakat yang bagus, cantik, putih, tinggi tetapi attitudenya lemah, kamu gak akan dilirik oleh pasar,” ujar Pega di sesi talkshow.

Pada akhir acara Pega menyempatkan untuk menunjukkan permaianan sulapnya yang pernah dipelajarinya kepada semua pengunjung. Pertunjukan tersebut menarik minat pengunjung untuk melihat dan merekam kejadian tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penunjukan 13 finalis yang lolos untuk masuk pada babak grand final di Jakarta. Pada grand final tersebut akan ditunjuk penerus dari Icon Talent Hijab Indonesia dan juga beberapa penghargaan lainnya seperti Miss Viral, Miss Talented, dan lainnya.

Tidak sampai disitu aja, setelah terpilih THI akan menyediakan kelas rutin untuk para pemenang. Kelas tersebut dibuat untuk menunjang kemampuan mereka di dunia entertaiment seperti modelling, public speaking, akting, dan lainnya.

Event ini masih akan berlangsung di kota-kota lainnya. Setelah dari Surabaya dilanjut dengan kota Semarang pada tanggal 19 Januari 2020 di Trans Studio Mini Majapahit. Buat yang belum sempat ikut di Surabaya dan Malang bisa mengikuti event ini di kota selanjutnya. Yang ingin tahu lebih lanjut bisa kepoin akun Instagramnya di @talenthijabindonesia. (QD&IM)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here