Perayan Imlek atau Tahun Baru Cina merupakan perayaan musim semi bagi warga Tionghoa di seluruh dunia. Pada perayaan tersebut seluruh keluarga berkumpul untuk merayakan Imlek yang merupakan perayaan dari budaya Cina tersebut. Setiap tahunnya Imlek jatuh pada bulan Januari atau Februari. Di tahun ini Imlek akan dirayakan pada 25 Januari 2020 dengan ditandai sebagai tahun Tikus Logam.

Perayaan Imlek biasanya identik dengan budaya berbagi angpao untuk anak-anak dan juga pertunjukan barongsai. Di setiap negara memliki perbedaan tradisi dalam merayakan imlek. Bahkan di Indonesia yang memiliki beraneka ragam suku, etnis dan budaya, di setiap kota juga memiliki keunikannya sendiri dalam merayakan Imlek. Simak yuk 5 tradisi perayaan Imlek di kota-kota Indonesia!

Jakarta

Hampir tak jauh berbeda dengan kota-kota lain, di Jakarta juga merayakan Imlek dengan adanya pertunjukan Liong dan Barongsai. Tetapi, Jakarta memiliki tradisi unik dalam merayakan Imlek, yaitu dengan Tradisi Patekoan. Tradisi Patekoan merupakan tradisi perayaan imlek di daerah pecinaan Jakarta di Glodok dengan menyuguhkan teh kepada orang-orang yang lewat.

Teh yang disiapkan pada teko-teko yang berjejer di pinggir jalan tersebut boleh diminum oleh siapa saja dan tidak memandang dari etnis Tionghoa saja. Tradisi minum teh ini pertama kali dimulai oleh seorang kapiten China bernama Gan Djie dan diajarkan secara turun-temurun hingga saat ini.

Tujuan dari tradisi ini adalah ingin mengembalikan suasana kampung Cina pada zaman dulu. Selain itu, dengan adanya tradisi ini diharapkan juga dapat menjaga hubungan interaksi masyarakat antar etnis di Jakarta.

Semarang

Kalau di Jakarta ada tradisi perayaan dengan minum teh, di Semarang Imlek dirayakan dengan tradisi makan bersama. Tradisi ini disebut Tok Panjang yang berasal dari kata ‘Tok’ yang artinya meja. Sesuai dengan namanya tradisi makan bersama ini dilakukan dengan menggunakan meja panjang sehingga semua orang yang datang bisa mengikuti tradisi ini.

Walaupun tradisi ini juga ada di luar negeri, tetapi yang membedakan Tok Panjang di Semarang ini ada pada meja panjangnya. Ukuran dari meja panjang tersebut bisa sampai 200 meter loh. Lokasinya pun membentang di ruas Jalan Wotgandul Timur hingga Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang.

Hidangan yang disajikannya pun bermacam-macam, mulai dari makanan cina seperti dimsum sampai dengan makanan tradisional khas Semarang dapat disantap bersama. Disajikan juga makanan khas Tok Panjang yang juga bisa kamu cicipi, yaitu Salad Tahun Baru Yu Zheng.

Tradisi ini tidak hanya dihadiri oleh etnis Tionghoa saja, tetapi dari etnis lain seperti Jawa maupun etnis Arab juga bisa mengikuti tradisi ini. Maka dari itu, dengan adanya tradisi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar etnis di Indonesia khususnya Semarang.

Solo

Perayaan Imlek di Solo sangat kental dengan akulturasi budayanya. Perayaan yang berlangsung di Pasar Gede, Kota Solo tersebut dinamakan Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro biasanya dilangsungkan pada tujuh hari sebelum Tahu Baru Cina tiba.

Grebeg Sudiro sendiri merupakan perayaan perpaduan budaya antar etnis Tionghoa dengan etnis Jawa. Perpaduan tersebut ditampilkan dengan pertunjukan Barongsai dan Reog dijalan dengan dihiaskan lampion-lampion merah. Tak hanya itu, pada perayaan tersebut terdapat kirab budaya etnis Jawa dan etnis Tionghoa dan juga pembagian kue keranjang kepada masyarakat yang berkunjung pada perayaan tersebut.

Singkawang

Singkawang menjadi daerah yang dominan dengan etnis Tionghoa nya di Kalimantan. Saat berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Imlek, mereka akan menyantap makanan khas Imlek yang bernama Mi Panjang Umur. Nama asli dari mi yang memiliki panjang 2 meter tersebut adalah Mi Asin Singkawang. Namun, karena mi tersebut memiliki filosofi agar panjang umur masyarakat jadi lebih sering menyebutnya Mi Panjang Umur.

Tak hanya sampai itu saja, di Singkawang juga terdapat tradisi perayaan Cap Go Meh yang merupakan perayaan Cap Go Meh terbesar se-Asia Tenggara. Dilansir dari Phinemo, Perayaan tersebut bahkan telah mendapat penghargaan Wonderful of The World 2013.

Cap Go Meh sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang artinya Malam Kelima Belas. Sesuai Namanya peryaan tersebut diadakan 15 hari setelah Tahun Baru Cina.

Pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang dirayakan dengan atraksi magis yang bernama Pawai Tatung. Keunikan dari Pawai Tatung ini ada pada para Tatung yaitu orang yang telah dimasuki oleh roh-roh dewa yang menunjukkan atraksi magisnya. Para Tatung juga dipakaikan kostum-kostum untik khas Singkawang.

Riau

Ga usah jauh-jauh datang ke Thailand kalau kamu ingin berperang air dengan semua orang, di Kota Selatpanjang kamu juga bisa menikmatinya saat perayaan Imlek loh. Festival perang air atau disebut Cian Cui ini dilakukan tidak hanya oleh anak-anak saja tetapi juga orang dewasa dari berbagai etnis juga ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Festival tersebut elah dijadikan sebagai agenda pariwisata sejak 2013, sehingga banyak wisatawan berkunjung untuk mengikuti festival perang air tersebut. Bersenjatakan gayung, ember dan pistol air orang-orang saling menyiram satu sama lain dengan berkeliling menggunakan becak. Kamu bisa menyiram-nyiram sesuka hati dari jam 4 sore hingga 6 malam selama 6 hari dari tahun baru Imlek.

Nah, itulah tradisi-tradisi perayaan imlek di 5 kota di Indonesia. Ada salah satu kota diatas yang mau kalian kunjungi saat liburan imlek. (QD)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here